Pendidikan

6 Cara Jitu Memotivasi Pendidik Dan Peserta Didik Dalam Pembelajaran Daring

Dunia pendidikan saat ini tengah disibukkan dengan sistem pembelajaran daring atau luring. Ketentuan ini telah dicanangkan pemerintah semenjak virus covid-19 mewabah di Indonesia.

Mulai dari imbauan untuk tetap di rumah dan mengisolasi diri, bahkan peraturan PSBB. Hal ini bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus. Seperti kegiatan belajar di rumah secara daring atau online.

Berdasarkan surat edaran No 15 tahun 2020 tentang pedoman belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran virus desease (covid-19), menyatakan bahwa ada tujuh prinsip belajar dari rumah atau dikenal dengan BDR.

Prinsip Pelaksanaan Belajar Dari Rumah

  1. Keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan BDR.
  2. Kegiatan BDR dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yangbermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum.
  3. BDR dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup (mengenai pandemi COVID-19)
  4. Materi pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan, konteks budaya, karakter dan jenis kekhususan peserta didik.
  5. Aktivitas dan penugasan selama BDR dapat bervariasi antar daerah, satuan pendidikan dan peserta didik sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap fasilitas BDR.
  6. Hasil belajar peserta didik selama BDR diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.
  7. Mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan orangtua/wali.

Prinsip tersebut merupakan acuan pendidik dalam menjalankan tugasnya. Pendidik diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk memberikan inovasi tentang pembelajaran daring. Dengan tujuan agar pembelajaran tersebut tidak monoton dan terkesan menyenangkan buat peserta didik.

Oleh sebab itu, guru memegang kendali berjalan atau tidaknya pembelajaran daring ini dengan memanfaatkan teknologi dan informasi yang berkembang guna meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas belajar.

Hal yang ditemukan di lapangan ketika belajar daring adalah kurangnya semangat belajar peserta didik. Banyak peserta didik yang tidak mengumpulkan tagihan tugas yang diberikan.

Ini berpengaruh kepada hasil belajarnya meskipun yang dituntut bukanlah kemampuan peserta didik dapat atau tidaknya dalam pembelajaran tetapi lebih kepada sikap mereka akan pentingnya pembelajaran tersebut.

Untuk itu guntal.com akan meramu penyebab dan langkah-langkah rendahnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran daring.

Penyebab rendahnya motivasi peserta didik belajar daring

Bersumber dari peserta didik

Terkadang peserta didik menjebak dirinya sendiri dengan mengatakan kepada orangtuanya bahwa pembelajaran daring belum dimulai. Sehingga mereka membohongi diri dan keluarganya. Akibatnya mereka ketinggalan pelajaran dan merugikan dirinya sendiri.

Selain itu, pembelajaran daring tidak menuntut adanya interaksi peserta didik pada guru. Hal inilah yang membuat mereka kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi sehingga membuat kejenuhan dalam belajar.

Motivasi orangtua yang minim

Agar pembelajaran daring berjalan efektif, dibutuhkan kerjasama antara peserta didik dan orangtua. Dorongan dan pantauan orangtua menjadi penyemangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran daring.

Bersumber dari guru

Mendapatkan pembelajaran yang monoton merupakan penyebab rendahnya motivasi peserta didik dalam belajar. Guru dituntut agar lebih aktif dan inovatif dalam mengemas pembelajaran daring agar menarik perhatian siswa sehingga menjadikan pembelajaran yang menyenangkan.

Berikut tingkatan motivasi belajar pada peserta didik

  • Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar
  • Ketekunan dalam belajar
  • Ulet dalam menghadapi kesulitan
  • Mandiri dalam belajar
  • Keinginan berhasil dalam belajar
  • Reward/pujian/penghargaan

Apa saja langkah yang mesti dilakukan dalam meningkatkan motivasi peserta didik? Simak paparan berikut ini!

6 cara jitu memotivasi peserta didik dan pendidik dalam pembelajaran daring

Memantau peserta didik

Pada saat pandemi ini, tugas kita sebagai guru bukan hanya memberikan materi kepada peserta didik. Tetapi juga memotivasi semangat belajarnya. Apakah siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru atau tidak?

Meningkatkan kualitas guru

Guru adalah faktor penggerak keberhasilan pembelajaran daring. Dalam proses pembelajaran daring, guru merupakan faktor dominan dalam penentuan kualitas pembelajaran.

Kualitas di sini ditekankan pada materi atau bahan ajar yang diberikan guru kepada peserta didik. Baik itu materi, video pembelajaran dan latihan. Karena sifatnya darurat, maka materi yang disampaikan terfokus pada apa yang menjadi tujuan pembelajaran.

Sesuaikanlah tugas yang akan diberikan kepada siswa dangan memberikan pelajaran yang menyenangkan. Ajaklah siswa terlibat dengan keadaan alam sekitar yang dekat dengannya.

Misalnya, pada pelajaran bahasa Indonesia. materi yang diajarkan adalah teks laporan percobaan. Maka tujuan dari pembelajaran tersebut, peserta didik mampu menyajikan sebuah video percobaan dengan durasi yang ditentukan.

Nah, dari video yang direkam oleh peserta didik tersebut kemudian tugas selanjutnya adalah menuliskan teks laporan percobaan sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasannya.

Memilih metode belajar yang tepat

Memilih metode pembelajaran yang tepat bertujuan agar tujuan belajar tercapai dengan mudah. Pemilihan metode belajar yang tepat juga akan meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik.

Memaksimalkan fasilitas pembelajaran 

Pembelajaran daring memerlukan fasilitas yang menunjang pembelajaran seperti internet, komputer atau gawai. Pemanfaatan fasilitas yang baik akan memaksimalkan materi yang akan disampaikan dengan memaksimalkan fungsi fasilitas yang ada.

Pihak sekolah diharapkan memberikan dukungan yang optimal untuk mendukung pembelajaran daring yang dilaksanakan oleh para gurunya. Seperti penggadaan sumber belajar, komputer yang tersambung dengan internet, dan alat-alat yang mendukung kegiatan pembelajaran bagi para guru.

Memanfaatkan media 

Motivasi belajar siswa pada pembelajaran daring dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan penggunaan media yang menarik, sehingga akan membuat peserta didik tertarik kepada pembelajaran.

Contohnya guru membuat video pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik. Dengan video pembelajaran tersebut, peserta didik akan lebih mudah mengerti dan menjadikan pelajaran tersebut menarik.

Mereka seolah-olah belajar seperti tatap muka. Karena bagaimanapun dengan kita menjelaskan materi lewat video lebih menarik bagi peserta didik dibandingkan mencantumkan video milik orang lain.

Melakukan evaluasi pembelajaran 

Langkah terakhir ini adalah langkah yang paling penting. Karena dengan adanya koreksi kita sebagai guru setelah melakukan pembelajaran, peserta didik akan tahu kemampuan dari tugas yang mereka buat.

Berikanlah pujian atau secamam penghargaan atas apa yang telah dilakukan oleh peserta didik. Hal ini juga berimbas pada kepuasan peserta didik dengan apa yang telah diberikan kepada gurunya. Dengan memberikan pujian dan penghargaan, mereka lebih percaya diri sehingga motivasi belajar mereka meningkat.

Kesimpulan

Keberhasilan pembelajaran daring tidak terlepas dari peran pendidik dalam memberikan materi. Pendidik yang kreatif akan menciptakan pembelajaran daring yang menyenangkan. Sehingga dalam proses pembelajaran tersebut akan tercipta semangat belajar yang tinggi.

Fide Baraguma

Ibu dua jagoan yang hobi menulis dan suka menulis banyak hal sekaligus founder baraguma.com.

Related Articles

2 Comments

  1. postingan keren mengikuti kebututuhan informasi terupdate.
    hanya opini saja, sepertinya pendidikan kurang optimal,, karena fokus pendidik juga tidak hanya mengajar, terbagi berpikir juga dampak yang dirasakan utamanya ekonomi disaat pandemi

    1. Iya Mas. Pendidik yang mengajar dari rumah secara daring. Justru kebanyakan tidak fokus karena banyaknya pekerjaan lain yang menanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button