Puisi

Cindera Mata Duka

Awalnya suka ini memuncak
Seperti air mencari muaranya
Berharap tenang di ujung teluk
Berkumpul jadi satu dengan dua rasa

Ah semua percuma
Bahkan terasa sia-sia
Ego membara memutus asa
Hingga membentuk berbuah-buah luka

Ah sudahlah
Duka ini akan jadi cindera mata
Saat Aku mulai menyerah
Akan asa yang jadi angkara

Afriant Ishaq

Founder guntal.com yang merangkap jadi kuli di dunia nyata akibat efek stigma bahwa di depan komputer itu main bukan kerja.

Related Articles

33 Comments

  1. Dalem banget.
    Saya selalu suka dengan orang yang bisa merangkai kata menjadi sebuah puisi. Meski kadang butuh mikir lama dulu buat ngerti isinya.

  2. Waktu muda, saya sering naksir orang tapi bertepuk sebelah tangan.
    Sakit rasanya lihat doi jalan sama orang lain, apalagi temen deket sendiri, yakan.

    Tapi toh dunia terus berputar, tanpa atau dengan adanya doi di sisi. Tsaaah ….!

  3. Tepat Kak..

    Kadang kita harus paham, sisi lain inilah kita seharusnya berdiri.

    Melihat dari kejauhan. Dan Kita harus sadar Mungkin Dia punya hidup yg lain dan begitu juga kita. Hehe..

    Makasi Kakak. Udah jalanΒ² ke blog Aku.

  4. Yups, lebih baik dirumah dulu saja, kalo ngga penting2 banget duduk manis sambil ngeblog aja dirumahπŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button