Cerita

Cinta Pada Hati yang Salah – Sebuah Cerita Pendek Bersambung

Cerpen ini tidak disarankan dibaca oleh orang dengan umur di bawah 18 Tahun. Kejadian dan efek yang ditimbulkan akibat membaca cerpen ini bukan tanggung jawab penulis.

Sebut saja Adi, Namaku cukup hanya dengan tiga huruf saja. Pendek dan tidak ada nama panjang. Artinya nama panggilanku sekaligus nama panjangku. Begitu juga sebaliknya.

Aku baru dua bulan di kota ini. Kota ke dua yang ku tempuh sejak umurku baru memasuki 18 tahun. Iya aku baru 19 tahun beberapa hari lalu. Ulang tahun terburuk dalam hidupku.

Ulang tahun yang hanya ada aku di kost an dan tentunya di kota baru ini. Aku membeli kue ulang tahun ku sendiri. Kemudian menyanyikan lagu selamat ulang tahun ku sendiri. Ah sungguh miris pikirku.

Aku anak laki-laki atau tepatnya laki-laki yang baru saja berumur 19 tahun. Mencoba peruntungan di kota ini. Aku bekerja di toko baju atau tepatnya butik seorang wanita 35 tahun.

Wanita yang baru ku kenal saat aku mulai bekerja sebulan ini. Aku mencoba memasukkan beberapa lamaran. Tepatnya hanya bertanya door to door ke toko-toko yang ada di dekat kost ku.

Kebetulan Ibu ini ada di tokonya waktu itu. Aku memanggilnya tante Ira. Perempuan paruh banya yang menurutku masih sexy. Mengapa tidak, Tante Ira memiliki tubuh yang masih terjaga menurutku.

Tante Ira hanya sebahu di bawah ku. Mungkin tingginya hanya sekitar 165, sedangkan aku 174 cm. Meski tidak terlalu tinggi, tante Ira cukup cantik atau masuk kategori cantik jika diukur dengan umurnya saat ini.

Punya muka yang agak bulat, pipi sedikit tembem namun memiliki dagu yang cukup lancip. Tubuh yang cukup mulus dan montok. Mungkin karena tante Ira adalah perempuan yang suka menjaga tubuh.

Tante Ira sering melakukan yoga, itu ceritanya padaku saat beberapa hari aku bekerja dengannya. Katanya dia tinggal di komplek yang tidak jauh dari tokonya.

Di rumah tante ira sering melakukan yoga dan beberapa olahraga kebugaran lainnya. Jadi menurutku sangat wajar jika Ia memiliki tubuh sintal nan molek dan montok.

Hari ke 20 saat aku bekerja dengan tante ira. Kebetulan hari ini hanya ada aku dan dia. Karyawan butiknya yang satu lagi sedang mengadakan cuti untuk beberapa hari.

Jadilah tante ira duduk di bagian kasir sekaligur di front butik. Aku sebenarnya juga di depan tapi lebih sering berperan sebagai karyawan yang selalu melayani pelanggan.

Mencarikan beberapa pakaian siap dan menawarkan beberapa kain kepada pelanggan. Kebetulan hari ini pelanggan ada yang memborong beberapa dasar baju.

Aku sedikit kerepotan bolak balik ke bagian belakang toko mengambil beberapa contoh dan mengangkat gulungan dasar kain ke mobil pelanggan dan sebagian mengepaknya. Cukup melelahkan.

Keringatku bercucuran, membuat baju kaos lembutku basah kuyup dan menempel ke badan. Untung aku selalu menggunakan bodyspray. Jadi tidak terlalu bau. Meski sebenarnya aku adalah tipe cowok yang tidak berbau badan.

Setelah semua borongan pelanggan selesai aku kerjakan. Aku memilih duduk sebentar di depan tumpukan baju yg belum sempat aku bereskan.

Sambil mengibas-ngibaskan tangan dan mencari beberapa karton untuk di jadikan kipas. Aku benar-benar kepanasan, keringat kian basah dan membuat bajuku menempel dan tercetak di tubuh.

“Buka saja bajunya kalau panas” ucap tante ira membuatku spontan menoleh ke dia.

Dia tersenyum dan mengulang kata-katanya. Mungkin karena aku terlihat bengong. Makanya tante ira mengulang perkataannya. Sambil tersenyum dia melihat padaku.

Tanpa babibu aku langsung membuka kaosku yang sudah kuyup. Tante ira menatap lurus padaku. Aku menutup dadaku dengan kaos yang ku pegang.

Merasa sedikit malu diliatin oleh tante ira. Tante ira tersenyum dan berkata. “Kanapa ditutupin kaya anak kecil aja”

Dia sedikit tertawa kecil melihat tingkah ku. Aku membalas senyum tante ira yang manis. Aku kembali fokus mengipas tubuhku yang basah.

Ku lihat tante ira masih mencuri pandang melihat padaku. Apakah tubuhku menarik baginya? Aku tak kurus dan juga tak gemuk, perutku seolah sixpack padahal tidak.

Aku hanya berpikir kalau itu karena tubuhku yang ga terlalu gemuk sih. Sebenarnya hanya sedikit lebih berisi daripada kurus. Dadaku cukup bagus dengan bentuk yang bagus. Boleh dikatakan cukup terbentuk.

Kulitku lebih tepatnya dibilang kuning sih gak kuning langsat tapi gak juga sawo matang. Mungkin inilah uang menarik perhatian tante ira. Bagian tubuh pasti akan lebih terang daripada lengan.

Bersambung…

Afriant Ishaq

Founder guntal.com yang merangkap jadi kuli di dunia nyata akibat efek stigma bahwa di depan komputer itu main bukan kerja.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button