Pendidikan

Pengertian, Tujuan dan Fungsi Penilaian Sumatif Dan Formatif

Penilaian Sumatif dan Formatif – Dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik. Diperlukan sebuah penilaian yang tepat. Yaitu, penilaian sumatif dan formatif. Mungkin masih ada yang belum bisa membedakan antara penilaian Formatif dan penilaian Sumatif. Oleh karena itulah artikel ini hadir untuk Anda yang ingin mengetahui tentang dua penilaian tersebut.

Secara umum, kebanyakan dari kita hanya memahami bahwa ketika kita mengukur kemampuan siswa maka dengan itu kita telah menilai siswa tersebut. Namun, apakah penilaian yang dlakukan tersebut masuk kategori Formatif atau Sumatif?

Perbedaan ini sangat amat jarang diperhatikan. Nah, kali ini guntal.com akan membahas tentang dua penilaian tersebut. Baik sumatif maupun formatif. Apa itu Penilaian Formatif dan Penilaian Sumatif? Yuk simak ulasan berikut ini.

Apa itu penilaian sumatif dan penilaian formatif?

Pengertian penilaian sumatif

Secara umum penilaian sumatif adalah penilaian yang dilakukan untuk memperoleh data atau informasi sampai dimana penguasaan materi atau pencapaian belajar siswa terhadap bahan pelajaran yang telah dipelajarinya selama jangka waktu tertentu.

Tujuan dan fungsi penilaian sumatif

Adapun fungsi dan tujuannya adalah untuk menentukan apakah nilai yang diperoleh dari hasil penilaian, siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus.

Pengertian lulus atau tidak lulus disini dapat berarti dapat tidaknya siswa melanjutkan ke modul atau materi serta bab berikutnya. Dapat atau tidaknya seorang siswa mengikuti pelajaran dan melanjutkan pada semester berikutnya.

Bisa atau tidaknya seseorang siswa dinaikkan ke kelas yang lebih tinggi atau dapat tidaknya seseorang siswa dinyatakan lulus/tamat dari sekolah bersangkutan atau dapat tidaknya seseorang siswa diterima di sekolah yang lebih tinggi.

Dari penjelasan di atas, ini menunjukkan bahwa penilaian sumatif tidak hanya merupakan penilaian yang dilaksanakan pada setiap semester atau ujian harian. Tetapi juga dilaksanakan misalnya pada setiap akhor satu materi (bab) atau modul pembahasan.

Bisa juga setiap akhir tahun ajaran dan ujian-ujian lainnya. Bahkan penilaian sumatif termasuk pula penilaian yang dilakukan guru atau dosen pada tahap-tahap tertentu selama periodik ajar seperti ujian atau semester.

Penilaian ini bisa disebut tes sumatif atau tes unit dengan maksud untuk membedakannya dengan tes sumatif yang dilakukan di setiap akhir modul atau bab pelajaran atau akhir semester.

Nilai hasil tes sumatif dan tes formatif inilah boleh diperhitungkan untuk menentukan nilai lapor atau ijazah atau kartu hasil studi mahasiswa atau yang lainnya.

Pengertian penilaian formatif

Penilaian formatif adalah kegiataan penilaian yang bertujuan untuk mencari umpan balik (feedback), yang selanjutnya hasil penilaiaan tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar-mengajar yang atau yang sudah dilaksanakan.

Tujuan dan fungsi penilaian formatif

Jadi bisa disimpulkan bahwa sebenarnya penilaian formatif itu tidak hanya dilakukan pada tiap akhir pelajaran, tetapi bisa juga ketika pelajaran sedang berlangsung. Penilaian ini intinya bisa dilakukan setiap waktu.

Sebutkan, ketika guru sedang dalam proses belajar mengajar mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada siswa untuk menguji atau mendaapatkan informasi apakah siswa telah memahami materi yang telah dipaparkan.

Jika ternyata masih banyak siswa yang belum mengerti tindakan guru selnjutnya adalah mengubah atau memperbaiki cara mengajarnya sehingga benar-benar dapat dipahami dan diserap oleh siswa.

Sedangkan untuk contoh penerapan penilaian formatif lainnya seperti setelah pelajaran selesai guru memberikan tugas kepada para siswa untuk dikerjakan di luar jam pelajaran/dirumah. Setelah diperiksa dan ternyata masih banyak siswa yang salah mengerjakan tugas tersebut maka guru berusaha memaparkan kembali dengan baik pelajaran tersebut.

Dari contoh-contoh tersebut di atas jelas bahwa penilaian formatif tidak hanya berbentuk tes tertulis dan hanya dilakukan pada setiap akhir pelajaran.

Tetapi juga dapat berbentuk pertanyan-pertanyaan lisan atau tugas-tugas yang diberikan selama pelajaran berlangsung atau pun sesudah pelajaran selesai. Dalam hubungan ini maka pretes dan post-tes yang bisa dilakukan dalam setiap pelajaran adalah termasuk dalam penilaian formatif.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, sebagai seorang pendidik yang baik dan benar. Sebaiknya menerapkan kedua mode penilaian adalah hal yang tepat dan benar untuk melakukan evaluasi terhadap peserta didik.

Karena keberhasilan penyerapan sebuah materi oleh peserta didik tergantung kreatifitas seorang pengajar. Jadi Anda mau memilih menjadi pengajar yang seperti apa?

Afriant Ishaq

Founder guntal.com yang merangkap jadi kuli di dunia nyata akibat efek stigma bahwa di depan komputer itu main bukan kerja.

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button