CeritaLiterasi

Percakapan Antara Bunga Melati Dan Pohon Bambu

Mencium baunya yang khas, menjadikan bunga melati dipuji banyak orang. Selain warnanya yang putih membuat bunga melati dicari oleh pengantin wanita untuk hiasan di kepala. Tak hanya itu, Jasminum sambac digunakan sebagai campuran teh, obat, dan bahan kosmetik.

Makna bunga jasmin melambangkan kesucian, ketulusan, keanggunan, dan keindahan yang menggetarkan hati. Karena cirinya yang khas dan elok bunga melati kerap digunakan pada acara sakral pernikahan.

Di sebuah taman nan indah, terdapatlah taman bunga yang sedang mekar. Bunga melati mengeluarkan aroma yang wangi. Membuat orang lalu-lalang, tuk berhenti sejenak menikmati segarnya bau Jasminum sambac.

Bunga melati ditemani oleh bunga mawar yang berwarna-warni. Beragam jenis bunga mawar memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung taman waktu itu. Tak ayal mereka berhenti hanya untuk sekedar berfoto sejenak.

Di sudut taman itu, ada sekelompok pohon bambu yang tengah murung meratapi nasibnya. Ia cemburu pada sang melati yang disukai oleh banyak orang.

Tak ada bunga yang mekar dan bau yang harum seperti yang dimiliki oleh puspa bangsa. Badannya yang besar dan bentuknya yang tinggi menjulang membuat pengunjung tidak meliriknya.

Tidak ada yang tercipta sia-sia, begitu juga melati dan bambu

Pohon bambu sedih melihat bunga melati banyak pengunjungnya. Tidak ada orang yang mau berfoto di dekat pohon bambu.

“Ah, aku ini tidak berguna,” sesal pohon bambu.

“Halo melati yang suci, aku ingin seperti kau. Dipuji dan mengeluarkan bau wangi seperti yang diucapkan manusia,” pohon bambu mengutarakan isi hatinya kepada bunga dengan kelopak putih bersih ini.

“Terima kasih atas pujiannya bambu. Aku sebenarnya iri pada bambu, ucap melati sambil tersenyum.

“Mengapa kau iri padaku melati?” tanya bambu heran.

Coba lihat dengan dirimu. Di saat badai menghadang, kau tetap berdiri kokoh diterpa angin kencang. Tidak seperti ku yang mudah rapuh dan tercampakkan.

“Apa yang bisa dibanggakan dari diriku melati? Lihat diri engkau melati. Kau digunakan untuk memperindah rumah dan menjadi hiasan bagi manusia.

Melatipun tersenyum. Kau adalah pohon terkuat diantara pohon lainnya. Lihat saja, manusia menggunakan engkau untuk mengaliri air. Air yang mengalir pada tubuhmu memberi manfaat pada makhluk hidup. Coba renungkan itu.

Lihatlah diriku. Setelah bau harum itu hilang, aku menjadi layu dan busuk. Setelah kelopakku dipergunakan orang, aku dibuang dan dicampakkan.

Kini pohon bambupun sadar setelah mendengarkan penjelasan dari bunga melati. Dia lebih bermanfaat ketimbang bunga melati. Meskipun pujian sering tertuju pada bunga melati. Tapi kekuatan dari pohon bambu tak terkalahkan dengan bunga-bunga lainnya.

Kesimpulan

Setiap makhluk hidup diciptakan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Termasuk juga manusia dalam menghadapi permasalahan yang terjadi. Seberat apapun badai ujian itu, kita hendaknya menjadi pribadi yang berguna bagi banyak orang. Bukan menjadikan masalah sebagai biangnya, tetapi tanggapan kita terhadap masalah itu. Itu semua tergantung bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Semoga kisah ini menginspirasi dan menjadi bahan renungan untuk kita semua.

Fide Baraguma

Ibu dua jagoan yang hobi menulis dan suka menulis banyak hal sekaligus founder baraguma.com.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button