Life StyleTravel
Trending

Persiapan Wajib Mendaki Gunung Bagi Pemula

Story Highlights
  • Dengan mengetahui keadaan medan, kesulitan jalur. Kamu bisa memutuskan tetap melanjutkan pendakian atau tidak. Berpedoman kepada kemampuan dan faktor lain yang mendukung.

Persiapan wajib bagi pemula – Nanjak atau mendaki gunung sudah menjadi tren baru bagi kamu yang berjiwa muda dan menggelora. Ada saja waktu yang pas untuk kamu yang hobi mendaki gunung. Tidak perlu menunggu momen tertentu. Mendaki seperti sebuah kebutuhan dan bisa dilakukan kapan saja.

Tapi tahukah kamu bahwa mendaki gunung tidak bisa kamu lakukan begitu saja. Ada persiapan matang tentunya yang harus kamu lakukan. Terutama bagi kamu yang berstatus sebagai pendaki pemula.

Mendaki gunung memerlukan persiapan awal yang sangat penting dalam menunjang kelancaran dan kenyamanan dalam aktivitas mendaki kamu.

Jika kamu menjadi salah satu pendaki pemula yang baru hendak memulai kegiatan pendakian, maka pemahaman tentang dasar-dasar mendaki sangatlah penting dimiliki serta diketahui.

Selain latar belakang paling masuk akal kenapa kegiatan mendaki memerlukan persiapan yang cukup matang adalah karena medan atau jalur pendakian yang akan selalu dan penuh dengan tantangan.

Dengan mengetahui dasar-dasar cara mendaki dan apa saja yang harus disiapkan sebelum melakukan pendakian. Potensi kamu mengalami ancaman dan bahaya disaat berada dalam jalur bisa dikurangi dan di tangani dengan baik.

Oleh karena itu, berikut beberapa persiapan awal yang harus kamu lakukan sebelum masuk ke jalur pendakian. Apa saja itu? Mari simak dengan seksama dan teliti ya. Artikel ini sangat penting buat kamu pendaki pemula.

Fisik dan Stamina

Fisik dan stamina ini adalah hal penting dan yang pertama untuk kamu persiapkan. Minimal seminggu atau dua minggu sebelum masuk jalur pendakian. Sebaiknya kamu melakukan latihan fisik yang membantu rileks dan memperbaiki stamina.

Salah satu persiapan fisik yang bisa kamu coba lakukan adalah dengan jogging secara rutin. Jika fisikmu tidak terbiasa, maka lakukan dalam durasi pendek dan berkesinambungan.

Latihan fisik ini bisa membantu kamu dalam pendakian nantinya. Sebut saja otot kaki yang lebih lentur dan tidak mudah kram saat berada di jalur. Ini akan berbeda dengan kamu yang tidak pernah latihan fisik sama sekali.

Selain itu dengan latihan fisik minimal 2 minggu sebelum pendakian, boosting stamina kamu juga dengan makanan yang baik dan sehat.

Cari Tahu Status Buka Dan Tutup Gunung

Selain telah menyiapkan fisik dan stamina. Hal lainnya yang harus kamu ketahui adalah status tutup buka gunung yang menjadi target pendakianmu. Kamu harus bisa memastikan apakah status dari gunung yang akan kamu tuju buka atau ditutup dari aktivitas pendakian.

Tidak sedikit gunung yang kadang-kadang atau dalam jangka waktu tertentu ditutup untuk umum dan dari aktivitas pendakian. Bisa saja beberapa alasan tertentu seperti longsor, cuaca buruk nan ekstrim membuat jalur pendakian ditutup sementara.

Pastikan kamu mendapatkan update informasi akurat sebelum sampai ke titik mulai awal pendakian. Sayang sekali jika kamu sudah sampai di pos pendakian akhirnya harus batal karena jalur ditutup.

Kenali Medan, Kesulitan Dan Bentuk Jalur Pendakian

Hal ini bisa kamu lakukan dengan mencari tahu langsung kepada mereka yang telah pernah melewati jalur pendakian yang sama dengan gunung yang kamu tuju.

Jika perlu, cari tahu peta jalur pendakian dari situs yang ada. Baik dari situs resmi maupun beberapa situs lain yang menyediakan peta jalur pendakian yang akurat.

Seperti yang kamu ketahui, tidak semua gunung memiliki tingkat kesulitan yang sama. Akan ada beberapa jalur landai dan jalur ekstrim dari setiap pendakian.

Dengan mengetahui keadaan medan, kesulitan jalur. Kamu bisa memutuskan tetap melanjutkan pendakian atau tidak. Berpedoman kepada kemampuan dan faktor lain yang mendukung.

Jangan memaksakan jika kamu merasa ragu dengan kemampuanmu sendiri. Selain menguras stamina, bisa saja ini juga akan berdampak buruk dan merepotkan pada kamu dan tim kamu.

Siapkan Peralatan Dan Perlengkapan Mendaki

Peralatan dan perlengkapan mendaki merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki dan dilengkapi oleh setiap pendaki manapun. Adapun peralatan yang kamu butuhkan untuk pendakian gunung meliputi sepatu gunung, jaket tebal, pakaian pendakian, pakaian tidur dan cadangan serta sleeping bag.

Tenda, kompas, peta pendakian, fotokopi identitas yang dimasukkan ke plastik atau wadah kedap air, perlengkapan P3K, dan masih banyak lagi. Kamu tidak perlu khawatir jika belum membeli peralatan atau perlengkapan tertentu, karena beberapa peralatan pendakian kini bisa kamu sewa di tempat-tempat terdekat.

Hanya saja, perlu kamu pastikan beberapa hari sebelum keberangkatan bahwa alat yang kamu butuhkan sedang tersedia di tempat sewa perlengkapan pendakian tersebut.

Logistik Dan Bekal

Mempertimbangkan dan mempersiapkan kebutuhan logistik atau perbekalan dengan cermat sangat penting dilakukan. Pastikan bahwa persediaan logistik makanan yang kamu bawa sudah benar-benar cukup, dan pilih menu makanan yang cukup untuk mengganti kalori yang kamu keluarkan.

Rencanakan kebutuhan makanan sebelum belanja kebutuhan perbekalan dengan menghitung jumlah takaran atau porsi per orang, berapa kali makan, dan berapa orang peserta pendakian.

Kemudian siapkan juga bahan makanan cadangan untuk antisipasi keadaan darurat dan bisa juga kamu bagi dengan pendaki lain untuk menambah teman baru. Jangan lupa pula memastikan bahwa sumber air mudah ditemukan di sepanjang jalur pendakian, dan hitung berapa liter air yang harus kamu siapkan sebelum pendakian dimulai.

Membawa air dalam ransel atau carrier memang terasa berat, tapi percaya lah, kamu akan sangat membutuhkannya selama pendakian. Jangan menahan diri untuk minum agar tidak dehidrasi.

Harus Sehat Dan Awas

Satu lagi hal yang wajib untuk diperhatikan sebelum melakukan pendakian adalah memastikan bahwa kondisi badan kamu sehat dan benar-benar memungkinkan untuk melakukan pendakian. Sekali lagi ini sangat penting.

Tidak sedikit pendaki yang memaksakan diri untuk tetap mendaki gunung meski kondisi tubuh mereka sedang tidak sehat atau tidak memungkinkan untuk melakukan pendakian.

Selain itu, kamu juga harus peka dan awas terhadap kondisi sekitar. Ketika kondisi cuaca buruk dan tidak mendukung untuk kegiatan pendakian, sebaiknya tunda keberangkatan hingga kesempatan berikutnya.

Memang cuaca di gunung tidak bisa diprediksi dan seringkali tidak mengikuti ramalan cuaca, namun kemungkinan terjadinya badai lebih tinggi di kala musim hujan.

Sediakan Plan B dan Plan C Untuk Situasi Darurat

Setelah kamu mempersiapkan segala hal yang telah disebutkan sebelumnya di atas sebagai bekal kamu naik gunung, hal lain yang sangat penting adalah terkait penanganan keadaan darurat jika kondisi tersebut terjadi. Seperti menyiapkan plan B dan plan C.

Mulai lah dari memberi tahu minimal satu orang temanmu yang tidak ikut berangkat bersamamu tentang rencana perjalanan kamu dan menetapkan orang tersebut sebagai “tim basecamp” kamu.

Meski secara informal, kamu harus berkomitmen untuk selalu memberi kabar ke “tim basecamp” kamu itu setiap harinya tentang bagaimana kabar kamu, sudah sampai titik mana, dan bagaimana kondisi di lapangan.

Sebagian orang mungkin meremehkan hal ini dan menganggapnya berlebihan. Namun sebagai bagian dari manajemen perjalanan yang baik. Oleh karena itu dengan menyiapkan plan B dan plan C juga akan sangat membantu disaat darurat.

Selain menjaga komunikasi dengan “tim basecamp” kamu, pertimbangkan juga untuk menyiapkan survival kit yang selalu kamu bawa bersamamu. Saat kondisi darurat terjadi, dan kamu harus bertahan hidup, alat-alat esensial ini ringan dibawa dan akan sangat berguna.

Source
Pendaki Cantik

Afriant Ishaq

Founder guntal.com yang merangkap jadi kuli di dunia nyata akibat efek stigma bahwa di depan komputer itu main bukan kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button