Remah Roti - Paragraf Pendek

Remah Roti

Dua hari yang lalu kuberanikan diri untuk menemuinya. Mengatakan perasaanku padanya. Lama memang kupendam hingga akhirnya kukumpulkan jutaan keberanian untuk menerima penolakan darinya.

Kenapa penolakan yang kutulis? Iya, karena aku sendiri sudah sangat amat yakin dengan apa yang akan ia jawab nantinya. Aku sadar betul rasa ini adalah kesalahan dan benar-benar sebuah kesalahan.

Namun apa yang terjadi? Aku terkejut, ia merasakan rasa yang sama denganku. Ia juga telah melakukan hal yang sama dengan apa yang selama ini kulakukan. Menahan rasa, buncahnya dan seluruh gejolaknya setiap malam tiba.

Aku yang dulu pernah menganggap rasa ini sebagai remah roti. Sekarang mulai menyadari, rasa ini muncul dengan sendirinya untuk orang, tempat dan waktu yang tepat. Maafkan aku yang harus menunda rindu, menunda luapan kasih hanya karena anggapan rasa tentang remah roti. 
Guntal adalah portal media online yang terinspirasi dari pesona dan keelokan gunung Talang. Menyajikan informasi terbaik dengan gaya terbaik.

Posting Komentar

Sebelum berkomentar pastikan Anda telah membaca artikelnya ya. Terima kasih telah berkunjung.